Apa Saja yang ada Dalam Sebuah Stasiun Televisi?

April 24, 2009

Stasiun TV secara keseluruhan :

Sebuah stasiun televisi terdiri dari peralatan dan operatornya, sehingga kita dapat membuat sebuah program TV. Sebuah stasiun TV terdiri dari :

  1. Satu atau lebih kamera TV
  2. Lampu, untuk melihat apa yang kita shoot
  3. Satu atau lebih audio konsol, bersama dengan peralatan pengontrol suara, untuk menghasilkan suara, kita menggunakan microphone, audio recorder dan player, dan peralatan lainnya.
  4. Satu atau lebih VTR, dengan format tertentu sesuai standar yang digunakan
  5. Satu atau lebih video switcher, untuk memilih sumber video, melakukan transisi dasar antara sumber video dan membuat efek khusus.
  6. Peralatan EFP (Electronic Field Production), Peralatan Produksi dan Fasilitas penyimpanan
  7. Fasilitas editing postpro, untuk mengedit hasil syuting
  8. Beberapa spesial efek, baik audio, video, electronik maupun optikal


Studio

Read the rest of this entry »


Dari Analog Ke Digital (bagian-2)

April 23, 2009

Pada pembahasan sebelumnya, kita menguraikan tentang penemuan efek foto listrik (Fhotoelectric effect) oleh Joseph May yang merupakan perkembangan pertama dari televisi. Penemuan tersebut mengilhami para scientist lainnya di seluruh dunia dengan terus melakukan penelitian berbasis  efek photoelectric. Didukung oleh teknologi pengolahan material elektronik yang semakin maju dan modern sehingga konsep photoelectric tersebut dapat diaplikasikan dan dikembangkan dalam suatu perangkat elektronik (electronic device) yang semakin modern. Misalnya penemuan teknologi LCD (Light Crystal Display), STN (Super Twisted Nematic) dan TFT (Thin Film Transistor) yang memungkinkan kita menikmati gambar berwarna diam ataupun bergerak dalam layar yang relatif kecil baik ukuran maupun daya listrik yang dibutuhkannya, sangat tinggi resolusinya serta halus warnanya, yang saat ini banyak diaplikasikan sebagai layar TV, computer, PDA, alat-alat ukur electronic sampai dengan layar HP.

Perkembangan industri televisi

Read the rest of this entry »


FM RADIO TECHNOLOGY (Bagian 2)

April 22, 2009

Dewasa ini Radio broadcasting sebagai salah satu media penyiaran, menempati posisi cukup penting dalam ikut mencerdaskan kehidupan umat manusia. Radio baik yang bermodulasi AM (Amplitude Modulation) maupun FM (Frequency Modulation) semakin dirasakan sebagai sarana yang efektif untuk menyampaikan berita-berita maupun informasi penting dalam kehidupan kita sehari-hari.  Radio semakin dapat dijadikan saksi untuk berbagai peristiwa dalam interaksi kehidupan umat manusia modern.

Salah satu penyebabnya adalah semakin berkembangnya perangkat penerima (radio receiver) yang berkualitas, namun harga semakin terjangkau, sehingga hampir semua lapisan masyarakat, baik yang hidup di kota-kota besar, di daerah pinggiran kota maupun di pedesaan dan bahkan di daerah pegunungan mampu untuk memilikinya, semakin tinggi populasi penyebaran pesawat penerima radio maka dengan sendirinya akan memperluas daerah cakupan dan akan meningkatkan pangsa pasar bisnis siaran radio (radio broadcasting) ini.

Kualitas suara radio FM lebih baik

Read the rest of this entry »


Menonton Internet bisa langsung dari TV

April 21, 2009

Bosan dengan acara televisi yang begitu-begitu saja? Tenang saja, konten hiburan internet berbasis Adobe Flash kini bisa disaksikan via televisi.
Adobe System perkenalkan teknologi barunya yang memungkinkan melakukan streaming internet langsung ke pesawat televisi. Opsi ini diprediksi akan membawa perubahan baru pada pasar digital-home.

Read the rest of this entry »


Framesync FS1 dari AJA

April 20, 2009

Frame syncronization atau biasa disingkat framesync sering ditemui sebagai bagian dari peralatan broadcast. Sesuai dengan namanya, frame sync adalah suatu alat yang dipergunakan untuk melakukan sinkronisasi frame. Alat tersebut biasa digunakan apabila ada suatu peralatan yang tidak mempunyai input reference dan outputnya akan dimasukkan ke dalam sistem yang sudah mempunyai reference sendiri. Contohnya, apabila kita mau memasukkan keluaran dari komputer ke dalam sistem. Sebelum dimasukkan ke dalam sistem, maka output dari komputer tersebut dimasukkan dulu ke dalam input framesync (tergantung output dari komputernya, bisa composite, component ataupun SDI), setelah itu output framesync yang sudah diberi input reference dimasukkan ke dalam sistem. Apabila tidak dilewatkan dahulu ke dalam framesync, maka yang terjadi adalah apabila input tersebut di”take”, maka videonya tidak sync, seperti gambarnya “rolling” atau ada garis diantara gambar (gambarnya terbelah secara horizontal). Hal tersebut terakhir saya lihat di salah satu stasiun tv swasta nasional , tanggal 5 April 2009 pada acara breaking news liputan tentang pemilu yang presenternya seorang wanita (saya gak tahu persis nama acaranya). Dimana programnya kedip-kedip (gak normal). Hal tersebut mungkin karena syncnya terputus. Kejadian tersebut saya yakin terjadi di studionya, karena begitu masuk iklan, gambarnya kembali normal (setahu saya, untuk iklan naiknya dari MCR).

Selama ini, untuk peralatan framesync, saya biasa menggunakan produk Leitch (Harris), selain untuk mensinkronisasikan frame, alat tersebut juga bisa digunakan sebagai audio/video converter, selain juga audio/video prosesor. Ternyata, sejak NAB 2008. AJA, perusahaan yang bergerak di bidang video system, mengeluarkan FS1, SD/HD/Video Frame Synchronizer and Converter

Features FS1

Read the rest of this entry »


Telekomunikasi Point-To-Point atau Point-To-Multipoint (Terrestrial Fixed Services)

April 17, 2009

Fixed Services didefinisikan sebagai servis komunikasi radio antara titik-titik tertentu yang tetap, yang juga meliputi system radio point-to-point serta point-to-multipoint digunakan untuk Transmisi Suara, Video dan Informasi Data.

Di Indonesia penggunaan system radio fixed services point-to-point atau point-to-multipoint dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :

Sistem Komunikasi Radio HF.

Sistem Komunikasi Radio VHF/UHF.

Sistem Komunikasi Radio Microwave Link.

Sistem Komunikasi Radio HF.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.53 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit pasal 22, permohonan izin stasiun radio untuk komunikasi point-to-point dengan lingkup terbatas tidak perlu menyertakan izin penyelenggaraan telekomunikasi.

Read the rest of this entry »


IBOC, Solusi Digital Bagi Suatu Radio Modern

April 16, 2009

Broadcaster di Indonesia khususnya yang menggeluti bisnis radio AM dan FM saat ini nampaknya sudah mulai melihat perlunya meningkatkan fasilitas radio berbasis teknologi digital. Hal itu berkaitan dengan diperolehnya suatu nilai tambah apabila digunakan teknologi digital tersebut. Betapa tidak, hanya dengan menambah investasi beberapa puluh ribu dollar saja, sudah bisa menyandang predikat  ”Radio Digital Modern” dengan konsekuensi memperoleh tambahan pundi-pundi income dan dapat semakin meningkatkan kesetiaan pendengarnya. Teknologi in-band on-channel (IBOC) memang memungkinkan suatu radio analog untuk secara smooth dan ”murah” bermigrasi ke digital tanpa harus membongkar tambah sebagian besar perangkat yang sudah diinvestasikannya. Hal ini membuktikan apa yang pernah ditulis Einstein : ”Everything should be made as simple as possible, but not simpler” seakan menjadi kenyataan, radio ternyata dapat menjadi perangkat yang lebih powerful dari sekedar penerima suara biasa. Dan seperti apapun bentuk informasi baik suara, gambar dan data menjadi lebih mudah untuk dipancar kirimkan secara cepat dan akurat dari satu tempat ke tempat lainnya

Beberapa fasilitas yang ditawarkan Read the rest of this entry »


Istilah dalam Teknik Penyiaran (Bagian 3)

April 15, 2009

Semakin hari, semakin banyak saja perbendaharaan istilah dalam teknik penyiaran, setelah sebelumnya membahas tentang ADC, AES, AFC dan AGC, maka kita kali ini akan membahas tentang analog, aspek rasio, ATSC dan bandwidth.

Analog (Analog)

sebuah sinyal kontinu yang memerlukan waktu untuk membuat transisisi dari satu level ke lainnya. Standar sinyal audio dan video adalah analog. Keduanya dapat di digitized. Video dalam laser disk adalah komposite analog. Audio dapat hadir dalam kedua bentuk analog dan digital. Audio dan video pada DVD telah direkam pada disk dalam domain digital. Dalam british language, kata analogue menunjukkan bahwa yang di bahas adalah audio analog dan bukan video analog.

Aspect Ratio (Aspek Rasio) Read the rest of this entry »


Multimedia

April 14, 2009

Definisi Multimedia

Istilah multimedia pastinya sudah sering kita dengar. Tapi apakah sebenarnya arti dari multimedia itu sendiri? Tidak jarang yang mengartikan multimedia itu dari asal katanya, yaitu multi yang artinya banyak dan media, berarti media yang banyak. Tapi, kadang masing-masing mempunyai persepsi yang berbeda tentang multimedia. Dalam sebuah situs Scala, dijelaskan bahwa istilah multimedia menguraikan tentang sejumlah teknologi berbeda yang mengijinkan visual dan media audio dikombinasikan untuk kepentingan komunikasi. Aplikasinya meliputi entertaiment, education dan advertising. Multimedia sering mengacu pada teknologi komputer. Yang hampir tiap-tiap Personal Computer mampu menjalankan program-program aplikasi multimedia seperti kelengkapan CD-ROM atau DVD ROM, Sound Card dan Video Card yang tersedia dalam motherboard. Tetapi istilah multimedia tidak hanya sebatas itu saja, terdapat sejumlah peralatan yang merupakan aplikasi multimedia seperti Digital Video Recorder (DVRs), Interactive Television, MP3 Players, Advanced Wireless Devices dan Public Video Displays.

Sejarah Multimedia

Read the rest of this entry »


Dari Analog Ke Digital

April 13, 2009

Televisi telah lama diyakini sebagai salah satu media penyiaran suara dan gambar bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya yang paling banyak dipergunakan di seluruh pelosok dunia. Saat ini populasinya jauh lebih banyak dibanding computer, yang biasanya hanya digunakan di kota besar saja. Sekarang ini, keberadaan televisi bukan hanya satu rumah, satu televisi, bahkan sudah menjurus ke satu kamar/ruangan satu tv dan hal itu bukan hanya di keluarga yang penghasilannya besar, bahkan yang penghasilannya sedikit di atas pas-pasan. Hal tersebut terjadi karena, masing-masing pihak individu mempunyai acara favoritnya sendiri, sehingga tidak jarang antara kakak-adik, ibu-bapak, bahkan anak-orangtua saling berantem untuk memperebutkan siaran tv, kalo cuma punya satu tv satu rumah. Hal tersebut membuat pihak kepala keluarga terpaksa membeli minimal 2 tv dalam rumahnya supaya tidak terjadi perebutan. Hal ini berbeda dengan komputer, dimana untuk kalangan menengah ke bawah, cukup punya 1 komputer dan dipakai bergantian. Proses perkembangan televisi memang cukup panjang, namun saat ini teknologi TV Broadcasting telah tampil menjadi sarana penyebaran informasi kepada masyarakat luas bahkan sampai pelosok pedesaan, yang cepat, akurat dan relatif murah biayanya.

Perkembangan televisi didahului dengan penemuan efek photo listrik (photoelectric effect) oleh Joseph May di Irlandia tahun 1873, berupa selenium bars yang disoroti sinar matahari yang dapat menunjukkan variasi perubahan tahanan listrik (electric resistance) akibat perubahan intensitas cahaya (light intensity), memberikan inspirasi bahwa variasi perubahan intensitas cahaya dapat ditransformasikan menjadi signal listrik dan memberi keyakinan kepada para ilmuwan dunia bahwa suatu objek berupa gambar dapat ditransmisikan dari satu tempat ke tempat lainnya. Read the rest of this entry »