Perbandingan Sistem Standar Digital (8VSB vs COFDM vs Segmented OFDM)

Berikut ini saya tampilkan tulisan dari saudara Hwe Dong pada milis AEBI.

Tidak diragukan lagi bahwa pergeseran ke arah televisi digital merupakan sesuatu yang harus terjadi. Seperti yang kita ketahui bersama, terdapat tiga standard yang berbeda yang digunakan diseluruh dunia untuk system DTTB (Digital Terestrial Television Broadcasting). DTV (ATSC) dikembangkan dan digunakan di USA, Canada, Korea Selatan dan beberapa negara lain. DVB-T di Eropa, Australia dan Singapura, dan ISDB-T di Jepang.

small_8Vsb Board Standard DTV (ATSC) didasarkan pada metode komunikasi single carrier sementara DVB-T dan ISDB-T mengembangkan metode multi carrier. Standar ATSC sempat mendapat penolakan dari beberapa broadcaster di USA karena kelemahannya dalam hal performance yang buruk pada lingkungan yang padat dengan interferensi multipath (misalnya pada kebanyakan daerah perkotaan) yang dikhawatirkan akan mengganggu area layanan NTSC yang sudah eksis. Meski demikian, perkembangan teknologi penerima diharapkan dapat menangani interferensi multipath ini. Alasan lain adalah ketidaksesuaian dengan aplikasi portabel dan bergerak. 8-VSB yang digunakan oleh ATSC tidak mendukung aplikasi pada penerima portabel dan bergerak. Meski demikian, ATSC dengan 8-VSB-nya memiliki kelebihan dalam hal performance rasio carrier-to-noise (C/N) yang lebih baik, data rate lebih besar, konsumsi daya lebih kecil untuk area cakupan yang sama, dan ketahanan terhadap noise impulse.

COFDM

COFDM yang digunakan dalam DVB-T diketahui memiliki kelemahan dalam hal ketahanannya terhadap noise impulse sehingga akan cukup terganggu dengan adanya sumber-sumber noise impulse seperti dimmer lampu, kulkas, peralatan pemanas, hair dryer, busi sepeda motor dan bajaj tentunya. Pada sisi lain, system COFDM memiliki performance yang lebih baik terhadap interferensi multipath statis dan dinamis dan menawarkan keunggulan dalam penggunaan jaringan berfrekuensi tunggal (1 frekuensi cukup untuk 1 negara) dan penerimaan portabel dan bergerak.

analog-coderOFDM

ISDB-T yang dikembangkan di Jepang memiliki kehandalan dalam hal ketahanannya terhadap noise impulse dan performance yang baik pada interferensi multipath dengan echo yang tidak terlalu kuat. Beberapa hasil uji lapangan bahkan menyebutkan bahwa system yang digunakan di Jepang ini paling handal pada penerimaan indoor, outdoor maupun intermediate. Selain itu, mode transmisinya dapat dengan mudah diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan broadcaster. Kelemahannya adalah ISDB-T cenderung menunjukkan performance yang buruk pada echo yang kuat karena hampir tidak mungkin untuk menerima sinyal pada saat amplitudo echo hampir sama dengan amplitudo sinyal informasi. Selain itu, performance dalam hal ketahanan terhadap interferensi multipath berada di bawah DVB-T.

Konvergensi mestinya bukan melulu persoalan teknologi. Pada dasarnya konvergensi tersebut harus dipandang sebagai penemuan model bisnis yang baru, termasuk untuk televisi pada era digital sekarang ini. Memberikan apa yang diminta oleh publik selama ini – mobilitas dan portabilitas – akan semakin mendekatkan broadcaster kepada konsumennya. Perkembangan pasar pada perangkat hand held menjadi bukti permintaan publik soal mobilitas dan portabilitas tersebut. Untuk itu diperlukan teknik modulasi yang tepat.

Referensi :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: