DVB-H (Digital Video Broadcast – Handheld)

dvb_hSingkatan-singkatan seperti DVB-S untuk layanan Satelit, DVB-C untuk layanan Kabel dan DVB-T untuk Terestrial pastinya sudah cukup familiar bagi kalangan engineer yang bekerja pada penyiaran televisi. Akan tetapi masih ada yang belum pernah mendengar istilah DVB-H.

Sistem transmisi pada penyiaran TV terestrial (DVB-T) dianggap cukup baik sebagai sistem penyiaran dengan target penerima pada rumah-rumah, kantor-kantor, mobil dan sebagainya. DVB-T sangat cocok untuk penerimaan pada perangkat-perangkat bergerak, meskipun penerima tersebut bergerak dengan kecepatan tinggi, misalnya sampai 170 km/jam. Namun jika perangkat penerima tersebut dioperasikan dengan baterai, menggunakan antena tunggal pada jaringan luas berfrekuensi tunggal dan perangkat penerima tersebut bergerak dengan kecepatan tinggi, maka pilihannya jatuh pada DVB-H. DVB-H didasarkan pada standar DVB-T yang sudah ada dan dimaksudkan untuk mendukung penerimaan layanan penyiaran pada terminla-terminal kecil / handheld yang biasanya bergerak. Misalnya perangkat handheld seperti mobile phone yang berada di dalam gedung, mobil atau bahkan kereta api berkecepatan tinggi.

dvb-h.2

Ide DVB-H sebenarnya sudah ada sejak tahun 2000 ketika sekelompok kecil ilmuwan mempelajari kemungkinan apakah ada yang harus dirubah pada DVB-T jika teknologi ini ingin diterapkan pada penerima handheld. Pada tahun 2002, sebuah modul komersial dari DVB menetapkan kebutuhan komersil untuk skenario layanan baru ini. Selanjutnya dibentuk group ad-hoc untuk menentukan spesifikasi teknis yang diperlukan.

Tugas pertama dari group ini adalah mengevaluasi apakah DVB-T dapat mendukung layanan baru ini tanpa harus dimodifikasi. Kesimpulannya, DVB-T memiliki performance yang sangat baik dalam banyak aspek dan secara keseluruhan dapat mendukung layanan ini. Namun pada perangkat-perangkat yang dioperasikan dengan baterai, layanan tidak sepenuhnya dapat diberikan. Itulah sebabnya dibutuhkan modifikasi pada DVB-T sehingga DVB merilis apa yang mereka sebut “a call for technology” – mengundang para ilmuwan untuk meneliti dan mencari solusi terbaik pada masalah yang dihadapi – pada januari 2003. Hasil penelitian tentang DVB-H ini kemudian dievaluasi pada akhir 2003.

dvb-h3

Standar DVB-H yang baru, tanpa merubah dan mengganggu standar DVB-T untuk penerimaan pada perangkat stasioner, memberikan kesempatan bisnis baru bagi beragam perusahaan, mulai dari operator-operator penyiaran dan selluler maupun bagi manufaktur-manufaktur chip dan produsen-produsen perangkat handheld-nya. Bagi operator penyiaran, teknologi baru ini menjadi kendaraan baru untuk menggaet lebih banyak penonton, selagi penonton tersebut berpindah-pindah. Bagi operator selluler, teknologi ini menawarkan cara yang lebih efisien untuk pengiriman beragam konten multimedia.

Hal ini tentunya menjadi kabar yang sangat baik bagi para broadcaster. Dengan cara ini, sangat memungkinkan bagi broadcaster untuk melayani pelanggannya dengan cara yang sama sekali baru : “Layanan Dimanapun Kapanpun”. Ini juga berarti kesempatan untuk menarik jutaan pelanggan baru dari pengguna handphone.

Tentunya ini menjadi kabar yang sangat bagus bagi pengguna handphone / mobile phone. Standar baru ini semakin memanjakan mereka dengan konten-konten multimedia yang lebih beragam dan lebih murah, pada saat mereka berpindah-pindah. Sangat masuk akal karena layanan televisi sekian lama menjadi layanan dasar di masyarakat, tetapi fasilitas itu tidak ada pada mobile handset. Selain menjadi sirkit bicara, pesan, internet browsing, radio, kamera photo dan video, layanan TV sudah seharusnya melengkapi fitur yang ditawarkan sehingga penyatuan semua ragam multimedia menjadi kenyataan. Logikanya, pengguna mobile phone pasti sangat senang karena mereka tetap dapat menyaksikan acara favoritnya dimana pun, dengan menggunakan perangkat yang mereka bawa-bawa seharian.

3 Responses to DVB-H (Digital Video Broadcast – Handheld)

  1. iwan says:

    di korea selatan sudah beredar sejak sekitar akhir tahun 2003,dan diberi nama DMB

  2. Teguh Sardjito says:

    Menambahkan mulai tahun ini 2009 secara resmi trial DVB-H di jakarta yang dilakukan oleh 2 konsorsium begitu juga untuk DVB-T dilakukan oleh 2 konsorsium.
    Untuk DVB-H kebetulan menggunakan 2 standard yang berbeda yaitu OMA BCAST dab DVBIPDC CBMS…perlu dibuktikan kembali interoperabilitynya terhadap handset receiver-nya…semoga tidak lama lagi bisa kita bisa menikmati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: