Dari Analog Ke Digital

Televisi telah lama diyakini sebagai salah satu media penyiaran suara dan gambar bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya yang paling banyak dipergunakan di seluruh pelosok dunia. Saat ini populasinya jauh lebih banyak dibanding computer, yang biasanya hanya digunakan di kota besar saja. Sekarang ini, keberadaan televisi bukan hanya satu rumah, satu televisi, bahkan sudah menjurus ke satu kamar/ruangan satu tv dan hal itu bukan hanya di keluarga yang penghasilannya besar, bahkan yang penghasilannya sedikit di atas pas-pasan. Hal tersebut terjadi karena, masing-masing pihak individu mempunyai acara favoritnya sendiri, sehingga tidak jarang antara kakak-adik, ibu-bapak, bahkan anak-orangtua saling berantem untuk memperebutkan siaran tv, kalo cuma punya satu tv satu rumah. Hal tersebut membuat pihak kepala keluarga terpaksa membeli minimal 2 tv dalam rumahnya supaya tidak terjadi perebutan. Hal ini berbeda dengan komputer, dimana untuk kalangan menengah ke bawah, cukup punya 1 komputer dan dipakai bergantian. Proses perkembangan televisi memang cukup panjang, namun saat ini teknologi TV Broadcasting telah tampil menjadi sarana penyebaran informasi kepada masyarakat luas bahkan sampai pelosok pedesaan, yang cepat, akurat dan relatif murah biayanya.

Perkembangan televisi didahului dengan penemuan efek photo listrik (photoelectric effect) oleh Joseph May di Irlandia tahun 1873, berupa selenium bars yang disoroti sinar matahari yang dapat menunjukkan variasi perubahan tahanan listrik (electric resistance) akibat perubahan intensitas cahaya (light intensity), memberikan inspirasi bahwa variasi perubahan intensitas cahaya dapat ditransformasikan menjadi signal listrik dan memberi keyakinan kepada para ilmuwan dunia bahwa suatu objek berupa gambar dapat ditransmisikan dari satu tempat ke tempat lainnya.

Penemuan tersebut mengilhami para scientist lainnya di seluruh dunia dengan terus melakukan penelitian berbasis  efek photoelectric. Sebut saja George Carey dari Boston USA, pada tahun 1875 dan juga Constantin Senlecq di Perancis tahun 1881 telah menemukan system yang menggabungkan sejumlah sel-sel photoelectric ke dalam satu atau beberapa panel yang dilengkapi lampu-lampu cahaya sedemikian rupa sehingga menghasilkan serangkaian elemen-elemen gambar (picture elements) yang diyakini menjadi dasar utama pemikiran bagi perkembangan teknologi televisi modern saat ini.

Dilanjutkan pula oleh peneliti dari Jerman, Paul Nipkow pada tahun 1884, Karl Ferdinand Braun dari University of Strasbourg pada tahun 1897 dan peneliti dari Rusia Boris Rosing di tahun 1907 serta A.A. Campbell Swinton dari Scotland pada tahun 1908 yang memberikan dasar cukup signifikan terhadap perkembangan teknologi tabung sinar catoda (Cathode ray tube / CRT) yang merupakan komponen utama bagi sebagian besar pesawat penerima TV, broadcast monitor dan juga layar monitor computer saat ini

Bersambung…….

One Response to Dari Analog Ke Digital

  1. […] Analog Ke Digital (bagian-2) Pada pembahasan sebelumnya, kita menguraikan tentang penemuan efek foto listrik (Fhotoelectric effect) oleh Joseph May yang […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: